Medan, 6 Desember 2010

Hari ini hari senin, seperti biasa kalo hari senin aq masuk jam 11. Bukan berarti harus bangun siang, kok bisa aq punya kebiasaan ini, mau bagaimanapun kondisinya sepertinya otakku dirancang untuk secara otomatis bangun jam 5 pagi.

Aq membuka facebook dari hp… arrrgggg, aq benci harus membuka facebook dikala pagi hari. Aq benci harus meletakkan handphone di tempat tidurku. Entah kapan aq harus menghentikan kebiasaan. Aq berencana tapi tak pernah aq berusaha merealisasinya.

Aq selalu mandi pagi, karena aq gak suka ngantri… aq gak suka berdesak-desakan mandi. Aq ingin lebih tenang mandi tanpa ada seruan,” Ruth…masih lama lagiiiii….?”.

Tempat kostku hanya dianugrahi 1 kamar mandi untuk 10 orang. Dan untuk menghindari antrian, sengaja aq mandi antara jam 5-5.30 pagi. Jarang bahkan bisa dihitung dengan jari aq merasa kedinginan. Kulitku seakan-akan punya berlapis-lapis lemak ibarat beruang kutub yang tahan akan derpaan dinginnya salju. Ah…. lagi-lagi aq terlalu berlebihan.

Gak ada sesuatu yang spesial hari ini, aq kuliah dan duduk di bangku paling depan, berharap tau lebih banyak… berharap lebih mudah mengerti… berharap… dan berharap. Hahahhahahaha….

Hari ini aq berniat untuk memperbaiki printerku. Printer pertama dan satu-satunya yang aq punya. Printer ini hampir berusia 3 tahun sejak aq membelinya di Batam. Canon ip 1880. Entah udah berapa kali printer ini bermasalah, dan kali ini aq sungguh-sungguh berniat membawanya ke tukang servis komputer n printer karena aq begitu ingin printerku normal kembali. Aq ingin menyaksikan printerku bekerja untukku. Memprint bahan-bahan kuliahku yang menunggu untuk dicetak.

Setelah kuliah selesai, aq pulang…

Printer ini aq masukkan ke kotaknya, tempat service-nya sangat dekat dengan kostku, hanya berjarak sekitar 150 meter, aq berjalan kaki… dan tiba-tiba hujanpun turun dengan derasnya. Duuuuhh… printerku, sekuat tenaga aq melindungi printer ini, aq berlari… dan terus berlari menyadari tidak ada tempat untuk berteduh. Aq berlari dengan membawa beban printer seberat kurang lebih 5kg, dari atas aq diterpa gaya gravitasi hujan yang turun menusuk-nusuk badanku. kujinjing Akhirnya, dengan basah kuyup aq sampai juga ke tempat servis. Rambutku basah, bajuku basah, mukaku basah. Aq mencoba menyeka mukaku dengan bajuku yang basah. Tidak ada gunanya tapi tidak apa-apa, yang penting usaha. Hmmmm… ternyata bapak yg memperbaiki printernya tidak ditempat, tapi untungnya rumah bapak itu cuma 3 rumah dari tempat aq berdiri. Masih hujan deras, dan… ada becak… untunglah, aq segera memanggil becak itu.

“Bang, ke rumah samping sana ya..”

“Itu apa dek?” sapa abang becak.

“printer bang, mau diperbaiki..” jawabku

“Sini bang, tunggu ya bang…”,

“biar abang aja yang turun dek,” abang becak menyuruhku tetap di becak, sementara dia memanggil bapak reparasi printer. Ah… lamanya bapak ini muncul, kesan pertama bapak ini tidak menghormati pelanggan. Ntah apa yang dikerjakannya, sosok tubuhnya kelihatan dari tempat aq berdiri, sepertinya lagi ngobrol-ngobrol, tidak ada salahnya kalau bapak itu melayani saya terlebih dahulu, sebentar saja hanya menjelaskan keluhan printer ini lalu pulang. Dan aq, dibiarkan menunggu di becak, sementara abang becak kehujanan menunggu di pagar. Kasihan bapak ini, dua hal yang amat kontras. Disatu sisi aq melihat pelayanan yang begitu luar biasa terhadap pelanggan tapi disisi lain, aq melihat ketidakpedulian.

Pintu pagar akhirnya dibuka oleh anak bapak itu, aq menceritakan masalah printer ini.

“Printernya gak bisa nge-print pak, kalo mau nge-print ada peringatan ‘the ink absorber is almost full, please contact your service centre’, aq menjelaskan.

“oo.. bisa bisa, ini masalah softwarenya aja, biayanya 30 ribu..”

Mahal amat, 30 ribu, biasanya aq perbaiki printer cuma 5ribu perak aja. Haizzzzzzzz….

“ya udah deh pak, besok saya ambil ya..”

“o..ya, besok sudah selesai ini printernya”

Aq pulang dengan menaiki becak, tak lama kemudian aq sampai di kost, aq memberi 10ribu, yang biasanya cukup dihargai 2ribu untuk kondisi biasa. 10 ribu untuk perjalanan yang sangat singkat. 10 ribu untuk service pelanggan yang memuaskan. 10 ribu untuk penghargaan atas keikhlasan. 10 ribu untuk abang becak.