“Bang, turun di Mikie Holiday ya..” ucap Debo ke supir kami.

“Iya..”, jawab pak supir. Tapi pak supir tetap jalan terus.

“Bang Mikie Bang”,

“Iya dek..”. Tetep jalan terus

“Bang,, Berhenti..!!!”, desak kami berdua. Si abang supir kenapa ya? Grogi kali karena kami duduk disampingnya..

Singkat cerita, Aprik ngantri tiket, aku, Debo, dan Lia ke toilet dan sisanya  duduk-duduk. Dan kamipun menikmati segala macam permainan di Mikie Holiday. Mulai dari yang putar-putar, turun-naik, ke kiri-kanan, semuanya lah… dinikmati aja..

Krukkk..krukkk..krukk, perutku lapar. Pengen makan, tapi yang lain masih pengen coba wahana-wahana lain. Ya udah deh. Dan akhirnya hujanpun turun, kadang aku merasa alam seringkali berpihak padaku. Apa boleh buat, daripada menunggu hujan lebih baik makan dan makan adalah pilihan yang tepat. Hujan semakin deras dan semakin deras, semakin dingin semakin dingin. Dingin-dingin gini enak di kamar sambil denger lagu korea dan sambil internetan atau baca buku.. ahhhh enaknya saat-saat seperti itu, dan aku tersadar ternyata aku berada di sini, di rumah makan cepat saji plus percikan hujan, dinginnya menusuk sampai ke tulang. Hujan tidak mau berkompromi dengan kami terpaksa kami yang berkompromi dengan keadaan. Sambil menunggu hujan reda, kami membunuh waktu dengan sesi foto-foto, berbagai pose kami berikan dan hasilnya sungguh sangat memuaskan. Ciyeeeeeeeeeeee (ciye gaya Sule).

Waktu terus berjalan, dan akhirnya hujan reda dan kami mulai mencoba wahana-wahana lain. Wahana yang paling meneganggkan menurutku adalah T-Rex. Aku, Watik, Sabeth, Gokmen, dan Roni mencoba wahana ini, aku ikut mencoba karena aku melihat ini akan sangat menegangkan. Jarang-jarang aku ke Mikie Holiday (bukan jarang, ini kali pertama). Dan tidak diduga-duga, wowww… aku merasa hidupku ditentukan oleh alat ini. Kalau saja sesuatu terjadi dengan mesinnya maka tamatlah riwayatku. Selain kita diputar-putar, alat ini juga berputar pada porosnya. Bisa dibayangkan kepala di bawah dan kaki di atas diputar-putar diobok-obok. Kata operator permainan ini berlangsung selama 2 menit, tapi kok perasaan sebentar banget ya, pengen lagi… menegangkan tapi seru. Wkwkwkwkwkwkkwk.

Waktu berlalu (perasaan waktu waktu melulu dari tadi, gak kreatif)… coba permainan ini itu, dan tiba waktunya pulang dan memang harus pulang, si Mikie udah mau tutup. Sebelum pulang alangkah baiknya foto-foto dulu, jepret sana jepret sini, minta tolong dijepretin sama orang yang gak dikenal. Hari sudah gelap, belum dapat bus juga. Tidak ada yang merasa kasihan dengan kami yang duduk di tepi jalan menunggu tumpangan. Yang benar saja, mana ada orang yang mau menaikkan orang sembarangan ke mobilnya, mereka mengira kami akan merampok mereka. Ini Indonesia dimana kita tidak boleh sembarang mempercayai orang. Terpaksa kami naik bus yang sebenarnya sudah sangat padat, sebagian dari kami duduk dan sebagian lagi berdiri. Dudukpun sengsara, duduk hanya sedikit dan bertumpu pada kaki, pegelnya… dan celana jinsku menempel permen karet… tempat duduknya ternyata ada bekas permen karet.. grrrrrr, ini nih kebiasaan rakyat Indonesia.. jorokkkk.. jinsku huhuhuhuhuhu…

Bagaimanapun juga, secara keseluruhan jalan-jalan ini sangat amat menyenangkan dan memberikan pengalaman baru padaku yang belum pernah sekalipun ke Mikie Holiday. Susah dan senang berpadu menjadi satu menjadi kenangan yang tak terlupakan. Kapan-kapan kita jalan2 lagi ya woyyy…

bandingkan suasana di dalam bus pada saat pergi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

pada saat pulang (sangat padat, tidak leluasa)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

satu yang pasti, kami tetap happy… hi hi hi